BERITA  

Kenaikan Pertamax: Klungkung Ingatkan Pedagang Tak Tampung Sembako

Antisipasi Lonjakan Harga, Aparat Lakukan Pengawasan Ketat di Pasar Galiran Klungkung

Klungkung – Di tengah gejolak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan potensi kenaikan harga bahan bakar jenis Pertamax, kekhawatiran akan eksploitasi oleh pedagang untuk menaikkan harga secara tidak wajar semakin mengemuka. Menanggapi potensi ini, Unit Binmas Polsek Klungkung turun langsung ke Pasar Galiran Klungkung untuk melakukan pemantauan dan memberikan imbauan.

Tujuan utama dari kehadiran aparat di pasar tradisional ini bukan hanya sekadar mengawasi harga kebutuhan pokok, tetapi juga untuk secara proaktif mengingatkan para pedagang agar tidak memanfaatkan ketidakstabilan ekonomi yang sedang terjadi demi meraup keuntungan berlebihan.

“Kami melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok, di tengah dinamika ekonomi saat ini. Serta mengajak seluruh pedagang untuk bersama-sama menjaga stabilitas ekonomi di lingkungan masing-masing,” ujar Kanit Binmas Polsek Klungkung, IPTU I Wayan Suparta, pada Rabu (10/6/2026).

Lebih lanjut, personel kepolisian juga memberikan penekanan penting mengenai larangan penimbunan barang kebutuhan pokok. Tindakan penimbunan tidak hanya merugikan konsumen yang kesulitan mendapatkan barang, tetapi juga berpotensi besar mengganggu stabilitas perekonomian secara keseluruhan dan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Aparat kepolisian mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu berkoordinasi dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan adanya praktik-praktik perdagangan yang berpotensi merugikan masyarakat atau mengganggu stabilitas ekonomi.

“Jangan memanfaatkan situasi untuk menaikkan harga secara tidak wajar ataupun melakukan penimbunan barang. Jika ada warga menemukan praktik-praktik seperti itu, harap melapor ke kepolisian,” tegasnya, menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan aparat dalam menjaga ketertiban.

Hasil Pemantauan Harga: Stabilitas di Tengah Dinamika

Meskipun ada kekhawatiran akan kenaikan harga, hasil pemantauan harga kebutuhan pokok yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Klungkung menunjukkan gambaran yang berbeda. Berdasarkan data resmi yang dirilis, belum terlihat adanya kenaikan harga yang signifikan pada sebagian besar kebutuhan pokok.

Pemantauan harga yang dilaksanakan pada Selasa (9/6/2026) di Pasar Galiran, Kabupaten Klungkung, menunjukkan bahwa harga berbagai komoditas terpantau relatif stabil. Dari puluhan jenis barang yang dipantau, menariknya, beberapa jenis cabai dan bawang merah justru mengalami tren penurunan harga.

Berikut adalah rincian beberapa komoditas utama yang terpantau:

  • Beras:

    • Beras premium masih bertahan di harga Rp16.000 per kilogram.
    • Beras lokal dijual dengan harga Rp13.500 per kilogram.
    • Beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) tetap pada angka Rp11.600 per kilogram.
  • Gula Pasir:

    • Harga gula pasir terpantau stabil di angka Rp18.000 per kilogram.
  • Minyak Goreng:

    • Seluruh jenis minyak goreng tercatat stabil.
    • Minyak curah dijual Rp18.800 per liter.
    • Minyak kemasan premium dibanderol Rp21.000 per liter.
    • Minyak Kita seharga Rp15.700 per liter.
    • Minyak merek Risky dijual Rp19.000 per liter.

  • Komoditas Cabai:

    • Penurunan harga cukup signifikan terlihat pada komoditas cabai.
    • Cabai merah besar (Lombok) mengalami penurunan dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, atau turun sekitar 10 persen.
    • Cabai merah keriting juga menunjukkan tren serupa, turun dari Rp50.000 menjadi Rp45.000 per kilogram.
    • Sementara itu, cabai rawit merah masih bertahan di harga Rp70.000 per kilogram.
    • Cabai hijau terpantau stabil di harga Rp30.000 per kilogram.
  • Bawang Merah:

    • Bawang merah asal Kintamani mengalami penurunan harga dari Rp45.000 menjadi Rp43.000 per kilogram, atau turun sekitar 4 persen.
    • Bawang merah Bima masih stabil pada angka Rp50.000 per kilogram.
  • Protein Hewani:

    • Daging sapi masih bertahan di harga Rp110.000 per kilogram.
    • Daging ayam dijual seharga Rp40.000 per kilogram, sementara ayam ekoran Rp35.000 per kilogram.
    • Harga telur ayam broiler tetap Rp28.000 per kilogram.
    • Telur ayam kampung dijual seharga Rp52.000 per kilogram.
  • Sektor Perikanan:

    • Ikan kembung dan ikan tongkol masing-masing dijual Rp40.000 per kilogram.
    • Ikan tongkol pindang juga Rp40.000 per kilogram.
    • Udang basah besar seharga Rp80.000 per kilogram.
    • Udang basah sedang dijual Rp70.000 per kilogram.
    • Seluruh komoditas perikanan terpantau tidak mengalami perubahan harga.

Selain komoditas utama di atas, berbagai barang kebutuhan pokok lainnya seperti tepung terigu, kacang kedelai, garam beryodium, susu, kacang tanah, kacang hijau, ketela pohon, jagung pipilan kering, mie instan, tempe, tahu, serta berbagai jenis buah-buahan seperti pisang ambon dan jeruk lokal juga terpantau berada pada harga yang sama dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Secara keseluruhan, kondisi harga kebutuhan pokok di Pasar Galiran, menjelang pertengahan Juni 2026, dilaporkan masih terkendali dengan mayoritas komoditas menunjukkan posisi yang stabil. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pengawasan dan imbauan yang dilakukan oleh pihak berwenang serta kesadaran para pedagang mulai menunjukkan hasil positif dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *