Putra Khamenei Hadiri Pemakaman, Tapi Bukan Penerusnya
Tiga putra eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dikabarkan hadir dalam upacara pemakamannya di Teheran, Minggu (5/7/2026). Mereka adalah Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei. Ketiganya sempat terlihat ikut mendoakan Khamenei di Masjid Agung Imam Khomeini.
Namun, satu dari mereka, yaitu Mojtaba Khamenei, yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, tidak terlihat dalam upacara tersebut. Ia diperkirakan tidak akan menghadiri pemakaman ayahnya di Ibu Kota Teheran.
Mojtaba Terpaksa Absen karena Alasan Keamanan
Mojtaba sendiri tidak bisa menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei karena alasan keamanan. Ia dilarang menghadiri prosesi pemakaman karena masih harus bersembunyi untuk menghindari kemungkinan serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel. Kedua negara tersebut berpotensi melakukan serangan jika Mojtaba muncul ke publik.
Menurut salah satu ajudan Mojtaba, Ayatollah Hakim Elahi, atasannya sebenarnya sangat ingin menghadiri pemakaman Khamenei. Bahkan, ia juga ingin memimpin salat jenazah sebagai penghormatan terakhir kepada sang ayah. Namun, alasan keamanan memaksa Mojtaba untuk mengurungkan niat tersebut.
“Saya berada di Iran minggu lalu dan saya mengunjungi beberapa teman saya yang bertemu dengannya (Mojtaba Khamenei). Mereka mengatakan, dia ingin keluar. Dia bahkan ingin memimpin orang-orang dalam salat karena kita harus berdoa di atas jenazah Ayatollah Ali Khamenei. Namun, pihak keamanan tidak mengizinkannya datang,” kata Elahi, seperti dilansir Iran International.
AS Berjanji Tidak Mengganggu Iran Selama Pemakaman

Sebenarnya, Amerika Serikat sudah berjanji tidak akan mengganggu Iran selama prosesi pemakaman Khamenei berlangsung hingga pekan depan. Presiden AS, Donald Trump, juga menegaskan akan memberikan Iran “waktu tenang” selama satu pekan hingga pemakaman Khamenei selesai. Ia menghormati proses pemakaman yang tertunda selama berbulan-bulan akibat perang.
“Kita mengalahkan Venezuela dalam satu hari dan kita menghancurkan Iran. Mereka sangat ingin berdamai. Kita memberinya libur seminggu untuk pemakaman karena kita baik,” ujar Trump dalam pidatonya di acara peringatan kemerdekaan AS yang ke-250 tahun, Jumat (3/7/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.
Upacara pemakaman Khamenei akan digelar hingga Kamis (9/7/2026) pekan depan. Setelah itu, jenazahnya akan dikuburkan di kota kelahirannya, Al-Mashhad. Sebelum itu, jenazahnya akan dibawa ke tiga kota suci di Irak terlebih dahulu, yakni Kota Qom, Najaf, dan Karbala.
Iran Akan Melanjutkan Negosiasi dengan AS Usai Pemakaman

Setelah upacara pemakaman Khamenei rampung, Iran dikabarkan akan melanjutkan negosiasi dengan AS di Doha, Qatar. Ini merupakan kelanjutan dari negosiasi terakhir kedua negara yang dihelat pada 1 Juni lalu.
“Para pihak sepakat untuk melanjutkan diskusi selama periode mendatang dengan pertemuan selanjutnya dijadwalkan sesegera mungkin setelah prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran,” bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar dikutip Iran International.
Negosiasi lanjutan antara Iran dan AS dikabarkan akan membahas sejumlah isu penting. Beberapa di antaranya termasuk hak bebas layar di Selat Hormuz, penghentian perang Israel dan Lebanon, serta pencairan aset Iran yang sudah lama dibekukan oleh Negeri Paman Sam.






