SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa membuka Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, guna mendukung penanganan korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026).
Posko tersebut disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada para penumpang yang berhasil dievakuasi dari kapal rute Surabaya–Makassar tersebut. Seluruh layanan diberikan secara cuma-cuma sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap proses penanganan korban.
Sub Regional Head Jawa PT Pelindo Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas guna memenuhi kebutuhan para korban, mulai dari proses identifikasi hingga pelayanan lanjutan.
“Kami menyiapkan Posko Terpadu untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang. Seluruh layanan mulai pemeriksaan kesehatan, tempat istirahat, makanan, hingga transportasi lanjutan disediakan tanpa dipungut biaya,” ujar Purwanto.
Ia menjelaskan, proses pencarian dan evakuasi korban melibatkan berbagai unsur, di antaranya Basarnas, TNI AL, KSOP, KPLP, Polairud, BPBD, serta sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Selain itu, Pelindo juga berkoordinasi dengan KSOP Utama Tanjung Perak, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS PHC Surabaya, kepolisian, serta instansi terkait lainnya guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal.
Tak hanya di Surabaya, Posko Terpadu juga dibuka di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, untuk mempercepat pelayanan kepada korban dan keluarga.
Di Posko Terpadu Tanjung Perak, Pelindo menyediakan ruang istirahat yang dilengkapi kasur dan bantal, makanan siap saji, air minum, toilet, mushala, hingga layanan transportasi menuju terminal maupun stasiun bagi penumpang yang akan melanjutkan perjalanan atau kembali ke daerah asal.
Hingga Minggu pukul 20.30 WIB, tim SAR gabungan mencatat sebanyak 235 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri atas 230 penumpang selamat dan lima korban meninggal dunia. Sementara itu, proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan.
Purwanto mengungkapkan sedikitnya empat kapal pengangkut korban dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada rentang pukul 23.00 hingga 01.00 WIB.
Salah satunya adalah KM Meratus Pematang Siantar yang membawa 113 korban, terdiri atas 111 penumpang selamat dan dua korban meninggal dunia. Tujuh penumpang yang mengalami gangguan kesehatan langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kami memastikan Posko Terpadu akan tetap beroperasi selama proses penanganan korban berlangsung. Seluruh personel kami siagakan selama 24 jam untuk mendukung proses debarkasi, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan para korban,” pungkas Purwanto






