JAKARTA – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, ParagonCorp kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui berbagai inovasi berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan produk kecantikan dan perawatan diri yang mengedepankan penggunaan bahan baku hasil upcycling, formulasi yang lebih ramah lingkungan, hingga pemanfaatan kemasan berbahan daur ulang.
Deputy CEO sekaligus Chief R&D Officer ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan keberlanjutan merupakan perjalanan panjang yang harus dibangun melalui langkah-langkah nyata dan konsisten.
“Setiap inovasi yang kami hadirkan tidak hanya menjawab kebutuhan konsumen saat ini, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan di masa depan,” ujarnya.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Paragon adalah pemanfaatan bahan hasil upcycling. Produk Tavi Gel to Oil Staining Lip Glide dan Emina Sunbattle SPF 50 PA++++ menggunakan Wastar™ Lavender yang berasal dari limbah lavender pasca-ekstraksi minyak esensial. Selain memberikan manfaat bagi kulit, penggunaan bahan tersebut turut membantu mengurangi limbah produksi.
Paragon juga menghadirkan produk sunscreen yang dirancang lebih ramah terhadap ekosistem laut. Tavi Cica Res-Q10 Water Break & Adaptint SPF 50 serta Kahf Bright Fresh Sunscreen dikembangkan dengan formulasi yang aman bagi terumbu karang dan dikemas menggunakan material yang mengandung bahan daur ulang.
Di kategori perawatan tubuh, Earth Love Life Body Wash hadir dengan formula biodegradable dan teknologi quick-rinse yang memungkinkan penggunaan air lebih efisien saat proses pembilasan. Produk ini juga memanfaatkan bahan-bahan alami lokal yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Upaya keberlanjutan Paragon tidak hanya dilakukan pada produk akhir, tetapi juga menyentuh aspek rantai pasok. Melalui Earth Love Life Forest Therapy Eau de Parfum (EDP), perusahaan menggunakan minyak nilam asal Sulawesi yang diproduksi oleh lebih dari 700 petani dalam program pertanian regeneratif bersertifikasi For Life dari Ecocert.
Menurut dr. Sari, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan praktik keberlanjutan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Kami percaya perubahan besar lahir dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Perjalanan ini masih panjang, namun kami akan terus berupaya memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” tutupnya.






