SURABAYA – Kepemimpinan generasi muda dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui kolaborasi lintas negara, pertukaran gagasan, serta lahirnya berbagai inovasi, kaum muda diharapkan mampu menghadirkan solusi atas beragam tantangan global, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melalui penyelenggaraan BRAVE! VIBES 2026 bertema “Youth Leadership in Achieving SDGs: Tackling Poverty, Advancing Education, and Driving Economic Growth.”
Program internasional yang digagas Global Engagement of Nahdlatul Ulama University of Surabaya (GENUS) ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan pemuda dari berbagai negara dalam rangkaian diskusi, lokakarya, pertukaran budaya, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama empat hari.
Memasuki penyelenggaraan tahun keenam, BRAVE! VIBES 2026 diikuti 13 peserta yang berasal dari Thailand, Filipina, Kenya, Nigeria, Arab Saudi, Timor-Leste, Madagaskar, serta Indonesia.
Rektor Unusa, Prof. Tri Yogi Yuwono, saat membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa BRAVE bukan sekadar forum akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata bagi generasi muda untuk membangun jejaring internasional sekaligus mengasah kepemimpinan melalui pengalaman langsung.
Menurutnya, tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan oleh satu negara maupun satu disiplin ilmu semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas budaya yang mampu melahirkan solusi bersama demi menciptakan dampak yang lebih luas.
“Melalui BRAVE! VIBES 2026, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui ruang kelas. Selama empat hari ke depan, para peserta tidak hanya berdiskusi mengenai kemiskinan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga belajar secara langsung bagaimana kolaborasi lintas budaya mampu melahirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat,” ujar Prof. Tri Yogi Yuwono.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan BRAVE merupakan bagian dari komitmen Unusa dalam mendukung pencapaian SDGs melalui penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kolaborasi global, Unusa berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menjadi agen perubahan di tingkat lokal maupun internasional.
Prof. Tri Yogi menambahkan, persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi merupakan isu yang saling berkaitan sehingga memerlukan pendekatan yang terintegrasi. Oleh karena itu, generasi muda harus dipersiapkan menjadi pemimpin yang mampu memberdayakan masyarakat, memperluas akses pendidikan berkualitas, serta menghadirkan inovasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Jangan menunggu hingga memiliki jabatan untuk mulai memimpin. Dunia membutuhkan kepemimpinan anak muda hari ini. Jadikan empat hari di Unusa sebagai ruang untuk saling belajar, berkolaborasi, dan membangun jejaring yang kelak melahirkan perubahan nyata bagi dunia,” pesannya.






