Dies Natalis ke-65, FEB Unair Perkuat Kolaborasi Alumni dan Dunia Pendidikan

Caption : FEB Unair mempertemukan alumni lintas angkatan dalam momentum Dies Natalis ke-65 untuk memperkuat kolaborasi akademik dan profesional. (Foto : Nugi/Indonesiakini.id)

SURABAYA – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) memperkuat langkah untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperbesar daya saing akademik di tingkat internasional. Salah satu upaya yang disiapkan adalah pengembangan dana wakaf pendidikan yang bersumber dari kontribusi para alumni.

Gagasan tersebut mengemuka dalam rangkaian tasyakuran Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum mempertemukan kembali alumni lintas generasi melalui program sambang kampus.

Dekan FEB Unair Prof. Dr. Rudi Purwono mengatakan, perjalanan fakultas selama 65 tahun tidak terlepas dari kontribusi berbagai elemen, mulai dari jajaran pimpinan terdahulu, dosen, mahasiswa hingga alumni.

“Pencapaian fakultas sampai tahap ini merupakan bentuk komitmen dari pimpinan terdahulu, dosen, mahasiswa, hingga ikatan alumni yang terus berkontribusi,” ujar Rudi.

Menurut dia, keterlibatan alumni ke depan tidak cukup hanya dalam bentuk dukungan terhadap institusi, tetapi juga perlu diarahkan pada penguatan proses pembelajaran. Pengalaman para lulusan yang berkiprah di berbagai sektor dinilai dapat memberikan perspektif praktis bagi mahasiswa.

Karena itu, FEB UNAIR mendorong pengembangan program Alumni Mengajar. Melalui program tersebut, alumni akan dilibatkan secara langsung untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai dinamika dunia kerja, baik di sektor pemerintahan maupun industri.

Caption : Rektor Unair, Prof Madyan dan Dekan FEB UNAUR Prof. Dr. Rudi Purwono melakukan pemotongan tumpeng dalam rangkaian tasyakuran Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR. (Foto : Nugi/Indonesiakini.id)

“Ke depan alumni harus kita ajak dalam proses pengajaran. Kita punya program Alumni Mengajar untuk berbagi tentang dunia praktis di pemerintahan maupun industri,” paparnya.

Penguatan peran alumni juga mendapat dukungan dari Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFE) UNAIR. Organisasi tersebut tengah menyiapkan sejumlah program yang diarahkan untuk memberikan dukungan lebih luas kepada mahasiswa selama menempuh pendidikan.

Ketua IKAFE UNAIR Rizky Supriadi mengungkapkan, salah satu program yang segera diluncurkan adalah dana wakaf pendidikan. Dana tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk membantu pembiayaan pendidikan mahasiswa melalui skema beasiswa.

Selain itu, IKAFE juga menyiapkan program adik dan kakak asuh sebagai bagian dari upaya membangun pendampingan serta dukungan antargenerasi di lingkungan FEB UNAIR.

“Kami akan meluncurkan dana wakaf pendidikan atau beasiswa untuk mahasiswa, sekaligus program adik dan kakak asuh pada malam (8/8) nanti,” tegas Rizky.

Momentum Dies Natalis ke-65 tersebut turut mempertemukan alumni dari berbagai angkatan, mulai lulusan 1962 hingga 2023. Pertemuan lintas generasi ini menjadi ruang untuk memperkuat jejaring sekaligus menyatukan kontribusi alumni dalam mendukung perkembangan FEB UNAIR.

Rizky menambahkan, kontribusi alumni tidak berhenti pada dukungan finansial maupun kegiatan akademik. IKAFE juga berupaya membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan lulusan FEB UNAIR menuju dunia kerja.

Menurutnya, jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus membuka peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

“IKAFE akan mengupayakan para alumni bisa menyerap lulusan-lulusan dari FEB. Ini berlaku mulai dari program magang sampai dengan proses rekrutmen kerja,” tutup Rizky.