Zulhas, Sufmi Dasco, dan Muhaimin Bertemu di Rumah Bahlil, Ini Isi Pembicaraan Politikus Golkar



Jakarta – Beberapa tokoh partai politik penting di Indonesia berkumpul di kediaman Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Pertemuan yang berlangsung pada hari Ahad (28/12) ini dihadiri oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Mereka berkumpul dalam rangka silaturahmi sekaligus membahas agenda politik ke depan.

Menurut informasi yang diperoleh, pertemuan tersebut dilakukan untuk memperkuat koalisi antarpartai dan mengupayakan penyelarasan pandangan terkait isu-isu strategis. Arief Rosyid Hasan, politikus Golkar sekaligus Ketua Umum AMPI, menjelaskan bahwa tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk memperkuat hubungan antarpartai serta merancang langkah-langkah politik yang lebih efektif di masa mendatang.

Meski demikian, Arief tidak memberikan detail spesifik tentang topik-topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Namun, foto yang dibagikan olehnya menunjukkan posisi para tokoh tersebut. Dalam foto itu, Zulkifli Hasan atau biasa dikenal sebagai Zulhas duduk di sebelah Bahlil, sedangkan Sufmi Dasco berada di sebelahnya. Muhaimin Iskandar duduk di samping Dasco, dan berada tepat di depan Bahlil.

Partai-partai seperti Golkar, PAN, PKB, dan Gerindra saat ini tergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Koalisi ini juga mencakup partai lain seperti Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang, Partai Gelora Indonesia, PSI, Partai Garuda, PRIMA, dan satu partai lokal yaitu Partai Aceh.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam diskusi ini adalah wacana mengenai pemilihan kepala daerah yang kembali dilakukan oleh DPRD. Sebelumnya, pemilihan kepala daerah dilakukan secara langsung oleh rakyat sejak tahun 2005 hingga 2024. Namun, kini muncul usulan agar proses tersebut kembali dilakukan melalui DPRD.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra, Sugiono, menyatakan dukungan pihaknya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, pemilihan kepala daerah melalui DPRD lebih efisien dibandingkan dengan pemilihan langsung. Hal ini bisa dilihat dari tahapan penjaringan kandidat, mekanisme anggaran, hingga biaya politik yang diperlukan.

Sugiono menjelaskan bahwa pada tahun 2015 lalu, dana hibah dari APBD untuk pemilihan kepala daerah mencapai hampir Rp7 triliun. Angka ini terus meningkat hingga mencapai lebih dari Rp37 triliun pada 2024. Menurutnya, jumlah besar ini bisa dialihkan untuk kepentingan yang lebih produktif, seperti peningkatan kesejahteraan dan ekonomi rakyat.

“Kami berpikir bahwa ini adalah sesuatu yang layak dipertimbangkan,” ujar Sugiono. Ia menilai, penghematan anggaran dapat digunakan untuk berbagai program yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pertemuan antara para ketua umum partai ini menunjukkan adanya komunikasi yang intensif antarpartai dalam menyusun strategi politik ke depan. Dengan koalisi yang kuat, diharapkan partai-partai tersebut dapat bekerja sama dalam menghadapi tantangan politik di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *