Penetapan Sari Yuliati sebagai Wakil Ketua DPR RI
Pada hari Selasa, 27 Januari 2026, anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar, Sari Yuliati, ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPR RI untuk sisa masa jabatan periode 2024-2029. Penunjukan ini dilakukan setelah Adies Kadir yang sebelumnya menjabat posisi tersebut kini menjadi hakim di Mahkamah Konstitusi (MK).
Penunjukan Sari Yuliati tidak hanya dianggap sebagai rotasi jabatan biasa, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan kaderisasi Partai Golkar dan lahirnya pemimpin yang berasal dari proses reformasi. Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Organisasi Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti), Sandi Rahmat Mandela, yang menilai bahwa momen ini memiliki makna sejarah.
Menurut Sandi, Sari Yuliati adalah representasi nyata dari integrasi antara semangat pergerakan dan kematangan politik. Ia menjelaskan bahwa Sari Yuliati adalah produk kaderisasi yang mampu menduduki puncak pimpinan lembaga negara. Ini menjadi pesan kuat bahwa aktivisme kampus dan loyalitas kepartaian bukanlah dua jalan yang terpisah, melainkan sebuah dialektika yang jika disintesiskan dengan baik, akan melahirkan pemimpin berkarakter negarawan.
Sari Yuliati memiliki latar belakang sebagai insinyur teknik sipil lulusan Universitas Trisakti. Menurut Sandi, parlemen saat ini membutuhkan keseimbangan baru dalam menghadapi tantangan legislasi ke depan. Tidak cukup hanya menggunakan manuver politik, tetapi diperlukan pendekatan yang terukur dan sistematis.
Kehadiran Sari Yuliati Membawa Angin Segar
Sandi menyebut bahwa kehadiran Sari Yuliati membawa angin segar bagi kualitas demokrasi di Senayan. Ia menilai latar belakang keilmuan Sari menjadi antitesis dari stigma bahwa politisi hanya pandai beretorika. Di sinilah letak keunggulan beliau. Sebagai teknokrat, Sari terbiasa berpikir struktural, presisi, dan berbasis data. Namun sebagai politisi senior Golkar, ia memiliki keluwesan dalam komunikasi publik.
Gabungan ini menciptakan kepemimpinan yang efektif; ia mengerti “bahasa teknik” pembangunan sekaligus menguasai “bahasa rakyat” dalam aspirasi. Penunjukan Sari Yuliati juga memberikan dampak positif pada Partai Golkar. Sari Yuliati, yang juga menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Golkar, adalah validasi atas sistem meritokrasi yang berjalan di partai berlambang pohon beringin tersebut.
Bagi Sandi, Sari adalah role model bagi kader muda AMPG di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa perjalanan karier Sari tidak instan, melainkan ditempa melalui proses panjang yang menguji kesabaran dan integritas.
Perjalanan Karier yang Berkelanjutan
Banyak yang bertanya, apa resep untuk bisa sampai di titik itu? Jawabannya adalah endurance atau daya tahan. Sari Yuliati tidak muncul tiba-tiba. Ia merangkak dari bawah, aktif di organisasi sayap, hingga dipercaya mengelola bendahara partai. Ini mengajarkan kami di AMPG bahwa tidak ada jalan pintas menuju puncak pengabdian.
Sandi optimis bahwa “DNA Trisakti” yang membawa semangat perubahan dan keberpihakan pada rakyat akan terus melekat dalam setiap ketukan palu kebijakan yang dipimpin oleh Sari Yuliati.
Di tengah dinamika ekonomi global yang tidak menentu, kehadiran sosok yang mengerti detail teknis sekaligus peta makro politik di kursi pimpinan DPR bidang Ekonomi dan Keuangan (Korekku) akan sangat krusial dalam menjaga stabilitas nasional di sisa masa jabatan 2024-2029.





