MALANG, (INDONESIAKINI.id) – Partisipasi perempuan Indonesia dalam Parlemen masih sangat rendah. Menurut data dari World Bank (2019), negara Indonesia menduduki peringkat ke-7 se-Asia Tenggara untuk keterwakilan perempuan di parlemen.
Rendahnya angka keterwakilan perempuan di parlemen sedikit banyak berpengaruh terhadap isu kebijakan terkait kesetaraan gender dan belum mampu merespon masalah utama yang dihadapi oleh perempuan.
Caleg Perempuan dari Partai Solidarita Indonesia yang membidangi tentang kesehatan dan para lansia Sri Sukisti mengatakan pentingnya keterwakilan perempuan di Legislatif Indonesia.
“Saat ini partisipasi perempuan Indonesia masih di bawah 30%. Pentingnya peningkatan partisipasi perempuan supaya pengambilan keputusan politik yang lebih akomodatif dan substansial. Selain itu, menguatkan demokrasi yang senantiasa memberikan gagasan terkait perundang-undangan pro perempuan dan para lansia di ruang publik,” ujarnya saat di temui wartawan selesaiKopdarwil bareng Ketum PSI Kaesang (4/11/2023)
Ia menuturkan Pentingnya peran perempuan sebagai Koordinasi Mendorong Penyelesaian Rancangan Perpres tentang Grand Design Peningkatan Keterwakilan Perempuan di Lembaga Legislatif.
Bahkan Sri Sukisti juga menjelaskan perlunya upaya untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam parlemen melalui sebuah Aspirasinya dan peran aktif dalam penetapan atau setiap rancangan racangan anggaran baik Daerah maupun Pusat.
“Upaya dan komitmen kuat dari pemerintah dalam terwujudnya kesejahteraan yang berkeadilan gender dengan terus mendorong tercapainya kuota 30% keterlibatan perempuan di parlemen serta mengikis ketimpangan gender dalam politik,” pungkasnya. (pyt/hum/red)



