Siswa Terdampak Bencana Sumatera Kembali ke Sekolah Januari 2026



JAKARTA,

Persiapan Kembali Beraktivitas di Sekolah Terdampak Bencana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memiliki rencana khusus untuk memastikan kegiatan belajar-mengajar di daerah terdampak bencana Sumatera dapat berjalan kembali. Target yang ditetapkan adalah agar fasilitas pendidikan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat kembali membuka aktivitasnya pada awal Januari 2026.

Pemulihan infrastruktur sekolah dan madrasah yang terkena dampak lumpur, banjir, serta longsor sedang dilakukan secara intensif oleh kementerian dan lembaga terkait. Dalam konferensi pers daring, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa sektor pendidikan akan menjadi prioritas utama.

“Untuk sektor pendidikan, sekolah dan madrasah yang sebelumnya terdampak lumpur diharapkan dapat kembali difungsikan pada awal semester genap, minggu pertama Januari,” ujar Abdul Muhari.

Selain itu, BNPB juga menyiapkan tenda darurat sebagai alternatif tempat belajar sementara bagi siswa yang sekolahnya mengalami kerusakan parah akibat bencana alam. Tenda-tenda tersebut akan digunakan untuk memfasilitasi kegiatan belajar-mengajar hingga kondisi sekolah kembali pulih.

“Proses belajar mengajar akan kita lakukan di tenda-tenda sementara,” tambah Abdul Muhari.

Jumlah Siswa dan Guru Terdampak Bencana

Sebanyak 276.249 siswa dari tiga provinsi di Sumatera—Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar)—terdampak bencana yang melanda wilayah tersebut. Angka ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti kepada Presiden Prabowo Subianto dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Selain siswa, sebanyak 25.936 guru juga terdampak oleh bencana yang melanda ketiga provinsi tersebut. Data yang diberikan oleh Mu’ti mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga Lembaga Kursus dan Pelatihan.

“Yang terdampak 767 PAUD, SD 1.343, SMP 621, SMA 268, SMK 136, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) ada 23, Sekolah Luar Biasa 30, dan Lembaga Kursus dan Pelatihan 86. Total yang terdampak 3.274,” ujar Mu’ti.

Kerusakan pada Sekolah dan Proses Pendataan

Bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumut, dan Sumbar telah menyebabkan 3.274 sekolah mengalami kerusakan. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) masih melakukan pendataan lebih lanjut untuk menentukan kategori kerusakan masing-masing sekolah.

Proses pendataan ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap sekolah mendapatkan bantuan sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami. Hal ini penting untuk mempercepat pemulihan dan memastikan semua siswa dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman.

Dengan target pemulihan fasilitas pendidikan pada awal tahun 2026, BNPB dan pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh agar proses belajar-mengajar bisa berjalan kembali tanpa gangguan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *