Memperkuat Regenerasi Petani: Millennial Agriculture Forum Jilid 7 Tekankan Sinergi Modal dan Pendampingan
Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), kembali sukses menyelenggarakan Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 02 pada Sabtu, 10 Januari 2026. Forum daring ini menjadi platform krusial dalam upaya penguatan regenerasi petani dan pengembangan kapasitas para petani milenial di seluruh Indonesia. Dengan partisipasi sekitar 1.000 peserta yang terdiri dari penyuluh pertanian, petani senior, petani milenial, serta mahasiswa pertanian, MAF membuktikan geliat minat generasi muda terhadap sektor agrikultur yang semakin meningkat.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam sambutannya menekankan bahwa penguatan Brigade Pangan dan kemudahan akses pembiayaan merupakan dua pilar utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan melalui regenerasi petani. Beliau menegaskan bahwa regenerasi petani tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya dukungan nyata berupa pendampingan yang intensif, adopsi teknologi yang tepat guna, serta ketersediaan permodalan yang memadai. Dukungan konkret inilah yang akan memberdayakan petani milenial untuk mampu meningkatkan skala usaha mereka, yang pada gilirannya akan mendongkrak produktivitas pertanian secara keseluruhan. “Tanpa dukungan konkret, regenerasi petani hanya akan menjadi wacana,” tegas Mentan Amran, menggarisbawahi urgensi aksi nyata di lapangan.
Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, turut mengamini peran strategis MAF dalam membangun kapasitas sumber daya manusia pertanian. Menurutnya, forum ini menyediakan ruang pembelajaran yang berharga bagi para petani muda dan mahasiswa pertanian. Mereka dapat berdiskusi langsung dengan para praktisi lapangan dan pemangku kepentingan, serta memperdalam pemahaman mengenai peran krusial mereka dalam menjaga ketahanan dan keberlanjutan sistem pangan nasional. Tingginya antusiasme peserta dalam forum ini merupakan indikator positif yang menunjukkan bahwa sektor pertanian semakin menarik perhatian generasi muda, sekaligus menjadi sinyal kuat bagi masa depan regenerasi petani di Indonesia.
Direktur Polbangtan Gowa, Detia Tri Yunandar, saat membuka forum, mengingatkan kembali capaian strategis sektor pertanian nasional, khususnya keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada beras pada Januari 2025. Prestasi gemilang ini, ujarnya, merupakan hasil kolaborasi solid dari berbagai pihak, termasuk kontribusi signifikan dari Brigade Pangan dalam mendorong peningkatan luas tanam dan produktivitas panen.
Namun demikian, Detia menekankan bahwa swasembada bukanlah tujuan akhir. Pertumbuhan populasi yang terus meningkat secara eksponensial menuntut peningkatan kebutuhan pangan yang juga terus bertambah. Hal ini menuntut Brigade Pangan untuk senantiasa meningkatkan kinerja dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Termasuk di dalamnya adalah menjalin sinergi erat dengan lembaga-lembaga keuangan guna memperkuat permodalan usaha para petani.
Sinergi Modal dan Pendampingan: Kunci Penguatan Ekosistem Pertanian
MAF Vol. 7 ini secara khusus menghadirkan sejumlah narasumber ahli yang membedah berbagai aspek penguatan ekosistem pertanian, mulai dari aspek pembiayaan hingga pendampingan teknis yang komprehensif.
Pengelolaan Unit Usaha Pertanian Menjadi Brigade Pangan Mandiri
Jumardi, Manager Brigade Pangan Dewa Harapan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berbagi pengalaman berharga mengenai bagaimana pengelolaan unit usaha pertanian dapat berkembang menjadi Brigade Pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Kunci keberhasilannya terletak pada penguatan manajemen internal dan semangat kerja kolektif yang kuat.Peran Lembaga Keuangan dalam Mendukung Ekonomi Desa
Arshad Habibi, Manager BRI Region 15 Makassar, memaparkan secara rinci berbagai skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditawarkan oleh BRI. Beliau menegaskan komitmen BRI untuk mendukung penguatan ekonomi desa melalui perluasan akses pembiayaan, program-program pemberdayaan masyarakat, serta penyediaan dukungan sarana dan prasarana pertanian yang dibutuhkan.Penyuluh Pertanian sebagai Jembatan Inovasi dan Akses Pasar
Dari sisi pendampingan, Astiani Asady, Katimker Pengelolaan Kinerja Penyuluh Provinsi Sulawesi Selatan, menggarisbawahi peran sentral penyuluh pertanian. Beliau menjelaskan bahwa penyuluh berfungsi sebagai jembatan penghubung yang krusial antara inovasi teknologi terbaru, para petani di lapangan, serta jaringan usaha yang lebih luas, termasuk akses ke sektor perbankan.
Sesi diskusi yang dipandu dengan apik oleh Fatmawati, seorang Dosen di Polbangtan Gowa, berlangsung sangat interaktif. Para peserta forum menunjukkan antusiasme tinggi dengan melontarkan berbagai pertanyaan mendalam. Diskusi mencakup beragam topik, mulai dari persyaratan teknis dan skema pengembalian KUR, hingga strategi efektif untuk menumbuhkan minat generasi muda agar tertarik terjun ke sektor pertanian. Pendekatan yang berorientasi pada keuntungan dan model bisnis yang menarik menjadi salah satu fokus utama dalam diskusi ini.
Melalui penyelenggaraan MAF Vol. 7 ini, Polbangtan Gowa berharap dapat terus memperkuat sinergi yang telah terjalin antara Brigade Pangan, para penyuluh pertanian, dan lembaga-lembaga keuangan. Sinergi ini sangat vital untuk mendukung kemandirian para petani, serta yang terpenting, untuk menjaga keberlanjutan sistem pangan nasional di tengah berbagai tantangan global.






