Partai Gema Bangsa Lahir, Usung Prabowo untuk 2029 dan Tolak Pilkada Lewat DPRD
Jakarta – Panggung politik Indonesia kedatangan pendatang baru dengan hadirnya Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa. Partai ini secara resmi mendeklarasikan diri di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Tak hanya sekadar hadir, Partai Gema Bangsa langsung menyatakan sikap politiknya dengan memberikan dukungan penuh kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk kembali maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Partai Gema Bangsa didirikan dan dipimpin oleh Ahmad Rofiq sebagai Ketua Umum, didampingi oleh Muhammad Sopiyan yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Dalam pidato deklarasinya, Ahmad Rofiq menyampaikan semangat kebangkitan bangsa.
“Dengan penuh keyakinan dan tanggung jawab sejarah, saya nyatakan partai Gema Bangsa resmi berdiri, resmi berjuang dan siap menjadi bagian dari kebangkitan Indonesia,” ujar Ahmad Rofiq dengan penuh optimisme.
Prosesi deklarasi ini turut dibacakan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan perwakilan dari sejumlah partai politik, menunjukkan adanya perhatian dari lanskap politik yang lebih luas. Di antara para tamu yang hadir adalah mantan Menteri ESDM Sudirman Said, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, serta perwakilan dari Partai NasDem, Partai Demokrat, PKS, dan partai-partai lainnya.
Dukungan Tegas untuk Prabowo Subianto di Pilpres 2029
Dalam momen pembacaan deklarasi, Muhammad Sopiyan secara lugas menyampaikan sikap politik Partai Gema Bangsa. Ia menyatakan dukungan penuh kepada Presiden Prabowo Subianto untuk kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden tahun 2029.
“Partai Gema Bangsa mendukung Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi calon presiden dalam pemilu tahun 2029,” tegas Sopiyan.
Lebih lanjut, Sopiyan menjelaskan bahwa kelahiran Partai Gema Bangsa didorong oleh hasrat yang kuat untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, adil, makmur, dan sejahtera. Visi dan misi ini sejalan dengan cita-cita besar partai.
Menurut pandangan Partai Gema Bangsa, partai ini hadir sebagai sebuah entitas politik modern yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi jawaban atas kegelisahan publik terhadap praktik politik yang cenderung transaksional, sentralistik, dan oligarkis.
Partai Gema Bangsa juga berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah memberdayakan potensi daerah dan melestarikan kearifan lokal melalui implementasi kebijakan desentralisasi politik yang efektif. Selain itu, partai ini bercita-cita menjadi wadah politik yang nyaman bagi berbagai lapisan masyarakat, terutama generasi muda, agar dapat mengembangkan potensi, inisiatif, dan kreativitas yang produktif demi kemajuan bangsa.
“Partai Gema Bangsa dengan kekuatan struktur organisasi dan kader yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten kota di Indonesia serta perwakilan di luar negeri, siap memenangkan Pemilu tahun 2029,” pungkas Sopiyan, menunjukkan kesiapan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
Alasan Pragmatis di Balik Dukungan Dua Periode
Ahmad Rofiq, selaku Ketua Umum Partai Gema Bangsa, memaparkan pandangannya mengenai sosok Presiden Prabowo Subianto. Menurut Rofiq, Prabowo adalah figur pemimpin yang langka dan sangat layak untuk melanjutkan kepemimpinannya di pemerintahan hingga dua periode.
“Partai Gema Bangsa juga mendukung Bapak Prabowo Subianto maju kembali untuk Pilpres di 2029. Rasa-rasanya langka mencari calon pemimpin seperti apa yang dimiliki oleh Pak Prabowo hari ini,” ujar Rofiq.
Rofiq secara khusus memberikan apresiasi terhadap ketegasan Prabowo dalam upaya pemberantasan korupsi. Ia berpendapat bahwa belum ada presiden sebelumnya yang menunjukkan sikap sekeras Prabowo dalam menghadapi praktik korupsi.
“Begitu kerasnya melawan korupsi. Tidak pandang bulu apa pun disikat. Banyak sekali para koruptor-koruptor itu lari ke luar negeri karena ancaman-ancamannya. Kita tidak pernah mendapati presiden-presiden sebelumnya yang segalak seperti Pak Prabowo,” papar Rofiq.
Dukungan ini juga didasarkan pada keselarasan visi pembangunan Indonesia. Rofiq menilai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan upaya membangun Indonesia yang maju, berdaulat, dan mandiri menuju Indonesia Emas.
Bahkan, Partai Gema Bangsa memiliki usulan yang cukup berani, yaitu agar Presiden Prabowo Subianto mendapatkan penghargaan internasional.
“Gema Bangsa juga mengusulkan kepada Komite Nobel Norwegia untuk memberikan Nobel Perdamaian kepada Presiden Prabowo Subianto yang secara aktif untuk mendorong kemerdekaan Palestina,” ungkap Rofiq.
Menurut pandangan Rofiq, masa kepemimpinan nasional selama lima tahun dinilai tidaklah cukup untuk membangun sebuah negara sebesar dan serumit Indonesia.
“Enggak realistis kalau hanya satu periode. Dua periode itu syarat minimal seseorang pemimpin itu bisa teruji, apakah yang menjadi bagian dari gagasannya atau misi perjuangannya itu bisa tercapai atau tidak,” jelas Rofiq.
Ia menambahkan, “Kalau hanya lima tahun menurut saya tidak akan menghasilkan, tidak banyak yang dihasilkan, tapi kalau sepuluh tahun saya yakin bisa kita rasakan, ada dampak.”
Sikap Tegas Menolak Wacana Pilkada Lewat DPRD
Di tengah dukungan politik yang mengalir, Partai Gema Bangsa menunjukkan sikap tegas terkait isu pemilihan kepala daerah. Partai ini secara eksplisit menolak wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Ahmad Rofiq menegaskan bahwa partainya menghendaki Pilkada tetap dilaksanakan secara langsung oleh rakyat. Hal ini demi menjamin prinsip transparansi dan keterbukaan dalam proses demokrasi.
“Klir bahwa kami menginginkan keterbukaan, transparansi. Jadi, kami ingin dipilih secara langsung,” tegas Rofiq.
Ia mengakui bahwa mekanisme Pilkada langsung memang memiliki implikasi biaya politik yang tidak sedikit. Namun, Rofiq berargumen bahwa mekanisme ini masih jauh lebih baik dibandingkan dengan pemilihan melalui DPRD yang sangat berpotensi menimbulkan praktik transaksional.
“Jangan sampai demokrasi ditarik mundur, karena sesungguhnya dalam konteks Pilkada langsung itu yang ada adalah
cost politic
, bukan transaksional,” ucap Rofiq.
“Tetapi kalau sudah ada ditutup di DPRD, baik provinsi maupun kabupaten, itu sudah pasti transaksional dan itu jauh lebih menyakitkan masyarakat,” lanjutnya, menekankan dampak negatif dari potensi transaksional tersebut.
Wacana pelaksanaan Pilkada melalui DPRD memang belakangan kembali mengemuka, salah satunya setelah diutarakan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Partai Golkar.
Kilas Balik Jejak Politik Ahmad Rofiq
Meskipun baru saja mendeklarasikan diri, Partai Gema Bangsa sebenarnya telah memiliki status badan hukum sejak Maret 2025. Status ini secara resmi ditetapkan melalui Surat Keputusan Menteri Hukum Nomor M.HH-3AH.11.02 Tahun 2025.
Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahmad Rofiq, bukanlah sosok baru dalam kancah politik nasional. Pengalamannya di dunia politik sudah terbentang sejak tahun 2006. Pada tahun tersebut, ia turut berperan dalam mendirikan Partai Matahari Bangsa dan dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
Pada tahun 2011, Rofiq kembali terlibat dalam pembentukan Ormas Nasional Demokrat, yang kemudian bertransformasi menjadi Partai NasDem. Di partai ini, ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal untuk periode 2011–2013.
Selanjutnya, pada tahun 2013, Ahmad Rofiq bersama Hary Tanoesoedibjo mendirikan Ormas Perindo, yang menjadi cikal bakal dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Ia kemudian menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Perindo sejak tahun 2015 hingga 2024.
Rekam jejak Rofiq juga mencakup keterlibatannya dalam tim kampanye nasional pada Pilpres 2019, di mana ia tercatat sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.





