Investasi Asing dan Dalam Negeri Mulai Mengalir ke Banten
Provinsi Banten menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang positif dengan datangnya investasi dari berbagai pihak, baik dari luar maupun dalam negeri. Pada awal tahun 2026, beberapa perusahaan asing, terutama dari Tiongkok, mulai menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di wilayah ini.
Salah satu indikasi keberhasilan ini adalah rencana pembangunan empat perusahaan baru, tiga di Kota Cilegon dan satu di Kabupaten Lebak. Total nilai investasi yang direncanakan mencapai puluhan triliun rupiah. Hal ini menjadi bukti bahwa Banten semakin diminati sebagai lokasi bisnis yang potensial.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Hj. Virgojanti, menyampaikan rasa syukur atas komitmen para investor yang telah menunjukkan ketertarikan pada Banten. Ia menekankan bahwa investasi tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri.
“Alhamdulillah, kemarin sudah ada yang menyatakan komitmen untuk berinvestasi. Investasi itu bukan hanya dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri,” ujar Virgojanti dalam sebuah wawancara di Gedung Negara, Pendopo Lama, Kota Serang, Senin 19 Januari 2026.
Proyek Investasi Besar dari Tiongkok
Salah satu proyek investasi terbesar berasal dari Tiongkok. Perusahaan ini bekerja sama dengan mitra Singapura dan lokal Indonesia. Proyek tersebut akan dibangun di Kota Cilegon dengan nilai sebesar Rp41 triliun.
“Dari asing sudah ada dari Cina. Mereka kerja sama dengan Cina, Singapura, dan mitra lokal Indonesia. Nanti di Cilegon senilai Rp41 triliun,” tambahnya.
Selain itu, investasi dari Tiongkok juga masuk ke sektor sumber daya energi. Perusahaan MCCI, yang sebelumnya telah berinvestasi di Kota Cilegon, berencana melakukan ekspansi dengan nilai sekitar Rp5 triliun.
Pengembangan Wilayah Selatan
Tidak hanya wilayah utara, Pemerintah Provinsi Banten juga fokus pada pengembangan wilayah selatan. Salah satu rencana investasi yang sedang dipersiapkan adalah di kawasan industri Cileles, Kabupaten Lebak.
“Saya dapat informasi akan ada investasi di kawasan industri Cileles. Mereka sedang proses pengukuran. Rencananya untuk industri pembuatan rumah instan dari Cina, jadi rumah siap dirakit,” jelas Virgojanti.
Ekspansi Usaha dari Dalam Negeri
Di sisi lain, PT Propan juga berencana melakukan ekspansi usaha dengan nilai investasi sekitar Rp600 miliar di Kota Tangerang. Ini menunjukkan bahwa investasi dalam negeri juga mulai memperkuat posisi Banten sebagai pusat bisnis yang menarik.
Proses Pembangunan dan Tenaga Kerja
Virgojanti menjelaskan bahwa investasi bersifat jangka panjang dan membutuhkan waktu sebelum benar-benar beroperasi. Proses pembangunan pabrik hingga operasional umumnya memakan waktu sekitar tiga tahun.
“Kalau investasi Rp50 triliun, pembangunan pabrik itu paling cepat tiga tahun baru operasional,” katanya mencontohkan.
Ia juga menilai bahwa investasi tersebut memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. “Satu triliun investasi itu bisa menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja,” tambahnya.
Rencana Rapat Koordinasi
Ke depan, pihaknya berencana menggelar rapat koordinasi bersama kabupaten dan kota yang berlokasi di Kabupaten Lebak untuk merinci rencana investasi di wilayah Provinsi Banten.
“Nanti saya rencana akan rapat koordinasi dengan Pemkab Lebak untuk rilis investasi ini. Sekarang tuan rumahnya Lebak,” pungkasnya.






