
Kementerian Pertahanan (Kemhan) secara resmi melepas 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I Tahun 2026 di Lapangan Monas, Senin (13/4).
Para peserta yang berasal dari 49 kementerian dan lembaga akan didistribusikan ke enam Lembaga Pendidikan (Lemdik) TNI guna menjalani pelatihan selama 1,5 bulan. Program ini merupakan bagian dari target besar pemerintah untuk membekali 4.000 ASN dengan kemampuan bela negara sepanjang tahun 2026.

“Pagi ini kita masuk kepada tahap keberlanjutan seleksi yang akan dilanjutkan dalam pendidikan latihan yang kita kenal dengan nama Latsarmil,” ujar Kepala Badan Cadangan Nasional, Letjen TNI Gabriel Lema di Monas, Senin (13/4).
Ia menjelaskan, kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif untuk memastikan kesiapan pertahanan sesuai rencana pemerintah. “Terdapat 2 ribu ASN yang akan masuk mengikuti Latsarmil. Titik sentralnya adalah tanggung jawab kita bersama untuk negara,” ujarnya.

Terkait kurikulum, Letjen Gabriel menekankan bahwa fokus utama adalah pada pembentukan karakter dan disiplin kerja. “Konsepnya sederhana, bagaimana kita membangun kepedulian karakter, pembentukan jiwa korsa, hingga memantapkan jiwa disiplin waktu dan kegiatan,” katanya.
Ia juga memastikan materi militer yang diberikan tetap terukur dan sesuai porsinya sebagai sipil.

“Kegiatan yang cenderung militer ini untuk menjamin bagaimana sebuah komando yang diterima dapat dijawab secara kolaboratif di dalam suatu sistem bersama,” pungkasnya.
Latihan intensif yang akan dijalani para ASN selama 45 hari ke depan ini merupakan bagian dari pembentukan Komponen Cadangan (Komcad). Komcad sendiri merupakan sumber daya nasional yang disiapkan untuk memperkuat kemampuan TNI saat menghadapi ancaman.
Tujuannya adalah untuk menumbuhkan nasionalisme serta meningkatkan disiplin ASN dalam menjalankan pelayanan publik.

Program ini dirancang agar setiap peserta memiliki kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi ancaman militer maupun bencana, namun tetap dalam koridor tugas mereka sebagai aparatur negara.
Hal ini sejalan dengan status Komcad yang bersifat sukarela dan bukan merupakan wajib militer. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2019, para peserta yang mayoritas berusia 18-35 tahun ini tetaplah warga sipil yang memiliki profesi aslinya.
Tujuan Utama Latsarmil Komcad
Berikut beberapa tujuan utama dari pelaksanaan Latsarmil Komcad:
Meningkatkan kesadaran dan rasa nasionalisme
Memperkuat disiplin dan semangat kerja sama
Membentuk karakter yang tangguh dan siap menghadapi tantangan
Menjalin koordinasi antara TNI dan instansi pemerintah lainnya
Struktur Pelatihan
Pelatihan Latsarmil Komcad terdiri dari beberapa tahapan:
Pengenalan dasar-dasar militer
Pembentukan disiplin dan kedisiplinan
Pelatihan teknis dan operasional dasar
Simulasi situasi darurat dan pengambilan keputusan
Keuntungan bagi ASN
Partisipasi dalam Latsarmil Komcad memberikan manfaat signifikan bagi ASN, yaitu:
Meningkatkan kesiapan mental dan fisik
Mengembangkan sikap tanggung jawab dan kebersamaan
* Membantu dalam menjalankan tugas pemerintahan dengan lebih efektif
Kontribusi untuk Kedaulatan Negara
Latsarmil Komcad tidak hanya bertujuan untuk memperkuat individu, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara. Dengan melibatkan ASN, pemerintah memastikan bahwa semua lapisan masyarakat siap bekerja sama dalam menjaga stabilitas bangsa.






