SURABAYA – PT PLN (Persero) melalui PLN UID Jawa Timur memastikan kesiapan penuh dalam menjaga keandalan pasokan listrik selama Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kesiapsiagaan dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi seluruh Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) di wilayah Jawa Timur guna mendukung kelancaran ibadah masyarakat sejak Ramadan hingga Idul Fitri.
Di wilayah Ponorogo dan Pacitan, PLN meningkatkan pengamanan pasokan listrik khususnya di lokasi strategis seperti tempat ibadah. Fokus pengamanan diarahkan ke Masjid Agung Ponorogo dan Masjid Agung Pacitan yang menjadi pusat pelaksanaan Salat Idul Fitri di masing-masing daerah.
Sementara itu, PLN UP3 Situbondo melakukan peninjauan langsung di sejumlah titik vital, di antaranya Masjid Al-Abror, Pelabuhan Jangkar, serta Masjid Mabda Ussalam. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi prima.
PLN UP3 Jember juga menegaskan kesiapan timnya dengan melakukan pengecekan ke berbagai tempat ibadah dan objek vital. Upaya ini bertujuan agar sistem kelistrikan di pusat kegiatan keagamaan tetap andal sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khidmat.
Di wilayah Malang Raya, PLN menyiagakan ratusan personel beserta berbagai peralatan pendukung untuk menjaga keandalan pasokan listrik. PLN UP3 Malang juga menyiapkan posko siaga guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan kelistrikan.
Selain itu, PLN UP3 Surabaya Selatan melakukan pemantauan sistem kelistrikan secara intensif dan menyiapkan langkah antisipatif apabila terjadi gangguan, terutama di Masjid Al Akbar Surabaya yang menjadi salah satu pusat pelaksanaan Salat Idul Fitri.
Beberapa masjid besar juga menjadi prioritas pengamanan oleh PLN UP3 Surabaya Barat karena menjadi pusat keramaian selama Ramadan hingga pelaksanaan Salat Idul Fitri.
Dalam mendukung periode siaga Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2026, PLN UID Jawa Timur menyiagakan ribuan personel yang bersiaga selama 24 jam penuh. Sebanyak 562 posko siaga telah disiapkan, didukung 92 genset mobile, 62 UPS mobile, 234 gardu bergerak, serta 872 armada kendaraan operasional guna memastikan respons cepat terhadap potensi gangguan kelistrikan.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menegaskan kesiapan tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat.
“PLN UID Jawa Timur memastikan seluruh sistem kelistrikan dalam kondisi aman dan andal. Melalui kesiapsiagaan ini, kami berkomitmen menghadirkan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah serta merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa gangguan pasokan listrik,” ujarnya, (22/03/26) Minggu.
Ia menambahkan, PLN juga terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dengan memastikan kesiapan SPKLU di berbagai titik strategis selama periode mudik Lebaran.






