Dorong Generasi Z, Senator Dinda Rembulan Emron Desak Menteri UMKM Tingkatkan Akses Pembinaan
JAKARTA – Isu pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi perhatian serius berbagai pihak, tak terkecuali di kalangan generasi muda atau Gen Z. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Dinda Rembulan Emron, secara tegas meminta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, untuk memberikan perhatian lebih mendalam kepada para pelaku usaha dari kalangan Gen Z.
Menurut Senator Dinda, semangat kewirausahaan di kalangan anak muda saat ini sangat tinggi. Namun, potensi besar ini belum tersentuh secara maksimal oleh program-program pembinaan yang digagas oleh pemerintah. Berbagai kendala dihadapi oleh para wirausahawan muda ini, mulai dari keterbatasan modal, ketiadaan agunan untuk pengajuan pinjaman, hingga minimnya rekam jejak kredit. Lebih parah lagi, banyak di antara mereka yang kesulitan mengakses informasi terkait fasilitas atau program pembinaan yang seharusnya dapat mereka manfaatkan.
“Salah satu kendala utama anak-anak muda ini adalah permodalan. Mereka tidak punya agunan untuk mengajukan pinjaman, tidak memiliki histori kredit, bahkan ada yang tidak bisa mengakses informasi tentang fasilitas atau program pembinaan dari pemerintah,” ujar Dinda dalam forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komite IV DPD RI dengan Kementerian UMKM yang diselenggarakan di Gedung DPD RI, Komplek Parlemen, Senayan, pada Selasa (09/06/2026).
Dinda menambahkan, berdasarkan pengamatannya, sebagian besar fasilitas pinjaman modal yang disediakan oleh pemerintah untuk UMKM cenderung lebih menyasar kaum ibu. Akibatnya, pelaku UMKM dari kalangan anak muda kerap kali menjadi segmen yang terpinggirkan dari jangkauan program-program pembinaan pemerintah. Padahal, generasi muda memiliki semangat dan kreativitas yang luar biasa. Namun, mereka kerap kali kesulitan dalam mengembangkan ide-ide tersebut, baik melalui perluasan pasar maupun peningkatan kualitas produk secara berkelanjutan.
UMKM Bangka Belitung: Sektor Strategis di Tengah Tantangan Ekonomi
Di Provinsi Bangka Belitung sendiri, pembinaan UMKM dari kalangan anak muda dianggap sebagai salah satu pilihan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat kondisi ekonomi Babel yang sedang terpuruk akibat perubahan tata kelola sektor pertambangan timah.
“Banyaknya penambang rakyat yang berhenti beroperasi karena ada penertiban, maka UMKM menjadi sektor yang diandalkan untuk menggerakkan ekonomi Bangka Belitung,” jelas Dinda.
Pengalamannya saat melakukan reses dan berinteraksi langsung dengan para Gen Z di daerahnya, mengungkapkan sebuah fakta yang cukup memprihatinkan. Para generasi muda ini banyak yang tidak mengetahui secara pasti di mana mereka bisa mendapatkan informasi mengenai program-program pembinaan UMKM. Bahkan, ketika informasi tersebut diketahui, seringkali informasinya tidak utuh atau kurang jelas, sehingga cenderung membuat mereka enggan untuk terlibat dalam program-program tersebut.
Jawaban Menteri UMKM: Solusi Digital dan Akses Terpadu
Menanggapi aspirasi yang disampaikan oleh Senator Dinda, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menjelaskan bahwa pihaknya telah menyediakan berbagai fasilitas dan program yang dirancang khusus untuk pembinaan UMKM berbasis potensi daerah. Salah satu inisiatif utamanya adalah melalui platform SAPA UMKM.
Melalui SAPA UMKM, para pengusaha UMKM, termasuk dari kalangan Gen Z, dapat mengakses berbagai layanan secara terintegrasi. Platform digital ini mencakup seluruh tahapan bisnis, mulai dari tahap pra-produksi hingga pasca-produksi, semuanya dapat diakses melalui satu pintu layanan digital.
“SAPA UMKM ini adalah sebuah ekosistem layanan terpadu yang menyediakan akses permodalan, pemasaran dan marketplace, sertifikasi produk, serta peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendampingan dan pelatihan,” ungkap Maman.
Menteri Maman menegaskan bahwa semua fasilitas ini disediakan untuk seluruh pengusaha UMKM dari berbagai segmen, tanpa terkecuali bagi anak-anak muda. Tujuannya adalah memastikan bahwa tidak ada lagi pelaku usaha yang merasa tertinggal dalam mendapatkan dukungan pemerintah.
Kolaborasi untuk Sosialisasi Program UMKM
Sebagai penutup RDP, Kementerian UMKM dan Komite IV DPD RI sepakat untuk menjalin kolaborasi yang lebih erat. Kesepakatan ini mencakup upaya bersama dalam mensosialisasikan program-program pembinaan UMKM secara lebih masif di daerah masing-masing. Diharapkan, sinergi ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi para pelaku UMKM, khususnya generasi muda, dalam memanfaatkan berbagai program yang telah disiapkan oleh pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.






