Pertumbuhan Wisatawan Nusantara di NTB Tercatat Meningkat Signifikan
Pertumbuhan sektor pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Mei 2026 menunjukkan tren positif, khususnya dari segi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus). Data yang dirilis menunjukkan bahwa jumlah kunjungan wisnus ke NTB mencapai 1.332.393 orang selama bulan tersebut. Angka ini naik 10,49 persen dibandingkan bulan April 2026 dan meningkat 13,20 persen jika dibandingkan dengan Mei 2025.
Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2026, total perjalanan wisnus di NTB telah mencapai 6,16 juta perjalanan, atau tumbuh sebesar 3,96 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata NTB terus mengalami perkembangan meskipun ada penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).
Wilayah dengan Pertumbuhan Tercepat
Kabupaten Lombok Utara menjadi wilayah dengan pertumbuhan bulanan (month-to-month) tertinggi untuk kunjungan wisnus, dengan kenaikan sebesar 22,19 persen. Jumlah kunjungan meningkat dari 87.414 orang pada April menjadi 106.813 orang pada Mei 2026. Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur menyusul dengan pertumbuhan bulanan sebesar 21,81 persen.
Dari sisi pertumbuhan tahunan (y-on-y), Kabupaten Lombok Timur mencatatkan kenaikan yang paling drastis, yaitu sebesar 46,68 persen dibandingkan Mei 2025. Wilayah ini juga memimpin pertumbuhan kumulatif sepanjang tahun 2026 (Januari-Mei) dengan kenaikan sebesar 26,12 persen.
Destinasi Favorit dan Volume Kunjungan
Meskipun Lombok Utara memimpin dalam pertumbuhan bulanan, Kota Mataram tetap menjadi destinasi dengan volume kunjungan wisnus terbanyak secara absolut, yakni sebanyak 318.661 orang. Meski demikian, secara bulanan, jumlah kunjungan ke Kota Mataram mengalami sedikit penurunan sebesar -0,42 persen.
Tren kenaikan kunjungan wisnus di wilayah utara dan timur Pulau Lombok sangat signifikan, menunjukkan adanya akselerasi yang terjadi pada periode Mei 2026.
Perkembangan Wisatawan Mancanegara
Berbeda dengan wisnus, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) mengalami penurunan. Pada Mei 2026, hanya tercatat 7.987 wisman yang tiba, turun dari 8.686 orang pada April 2026.
Dari segi asal, pasar ASEAN masih mendominasi kunjungan internasional dengan 4.030 orang, disusul oleh wisatawan asal Eropa sebanyak 2.489 orang. Secara kumulatif, total kunjungan wisman melalui BIZAM sepanjang lima bulan pertama tahun 2026 tercatat sebanyak 34.560 orang.
Komposisi Tamu di Akomodasi
Data akomodasi menunjukkan bahwa wisatawan domestik tetap mendominasi tingkat hunian baik di hotel berbintang maupun nonbintang.
Hotel Berbintang
Menampung total 118.585 tamu, di mana 61,34 persen (72.744 orang) adalah tamu domestik dan 38,66 persen (45.841 orang) adalah tamu asing. Meskipun kunjungan wisman melalui bandara turun, jumlah tamu asing di hotel berbintang secara total justru naik sebanyak 10.475 orang dibandingkan bulan sebelumnya.Hotel Nonbintang
Melayani 156.461 tamu dengan komposisi 55,79 persen tamu domestik dan 44,21 persen tamu asing. Meskipun secara volume jumlah wisnus jauh lebih besar, terdapat perbedaan mencolok pada perilaku menginap. Tamu mancanegara di hotel nonbintang cenderung tinggal lebih lama dengan rata-rata 2,06 hari, berbanding terbalik dengan tamu domestik yang hanya menghabiskan waktu rata-rata 1,15 hari.






