Bukan Fenomena Alam, Cahaya di Langit Majene Ternyata Jejak Roket China Jielong-3

Penampakan Cahaya Mysterious di Langit Majene

Pada malam hari tanggal 11 April 2026, warga di wilayah Malunda, Kabupaten Majene, dikejutkan oleh penampakan cahaya misterius yang melintas di langit. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kebingungan di kalangan masyarakat mengenai asal-usul dari fenomena tersebut.

Video amatir yang merekam peristiwa tersebut sempat viral dan menjadi topik pembicaraan yang hangat. Dalam rekaman tersebut, cahaya terlihat sebagai objek yang bergerak stabil di langit yang gelap pekat. Tidak seperti bintang yang diam, cahaya ini memiliki “kepala” yang sangat terang dengan semburat warna kemerahan atau oranye di bagian intinya.

Yang paling mencolok adalah adanya jejak ekor panjang berwarna putih keabu-abuan yang menyerupai gumpalan asap atau awan tipis (trail). Ekor tersebut tampak meliuk mengikuti arah laju objek, menciptakan efek visual yang dramatis seolah-olah ada sesuatu yang sedang terbakar saat menembus atmosfer Bumi.

Penjelasan dari BMKG

Menanggapi fenomena ini, Made Gangga Bhaskara, Forecaster BMKG Stasiun Tampa Padang Mamuju, memberikan klarifikasinya. Ia menegaskan bahwa cahaya tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan fenomena meteorologi atau cuaca di wilayah tersebut. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir karena kejadian ini bukanlah tanda-tanda cuaca ekstrem atau fenomena alam lainnya.

Asal Cahaya Diungkap BRIN

Lebih lanjut, penjelasan resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan titik terang yang lebih spesifik mengenai peristiwa yang terlihat pada tanggal 11 malam di Malunda, serta beberapa wilayah lain seperti Sulawesi Tenggara dan Ambon.

Fenomena yang menghebohkan warga tersebut dipastikan merupakan jejak atau sisa dari peluncuran roket Jielong-3 milik China. Roket tersebut sedang dalam misi membawa satelit ke luar angkasa. Menurut informasi yang diberikan oleh BRIN, peristiwa tanggal 11 malam yang terlihat di Malunda, Sultra, Ambon, dan beberapa wilayah lain merupakan jejak/sisa dari peluncuran roket Jielong-3 milik China yang membawa satelit ke luar angkasa.

Dengan demikian, hal tersebut tidak ada kaitannya dengan fenomena cuaca di sekitar lokasi kejadian. Cahaya terang dan jejak asap yang terlihat adalah hasil dari proses pendorongan mesin roket serta interaksi sisa pembakaran dengan lapisan atmosfer atas.

Proses Peluncuran Roket dan Interaksi Atmosfer

BRIN menjelaskan bahwa cahaya yang terlihat berasal dari proses peluncuran roket dan interaksi sisa pembakaran di atmosfer. Saat roket meluncur, mesinnya menghasilkan api yang sangat terang. Sisa pembakaran tersebut kemudian berinteraksi dengan lapisan atmosfer atas, menciptakan efek visual yang menarik dan menyerupai asap atau awan tipis.

Hal ini menjelaskan mengapa cahaya tersebut terlihat seperti ada sesuatu yang sedang terbakar saat menembus atmosfer Bumi. Proses ini biasanya terjadi ketika roket melintasi lapisan atmosfer, sehingga menghasilkan efek visual yang menarik dan sering kali membuat orang terkesima.

Kesimpulan

Dengan penjelasan dari BMKG dan BRIN, masyarakat dapat memahami bahwa penampakan cahaya misterius di langit Majene bukanlah fenomena alam atau cuaca, melainkan hasil dari proses peluncuran roket Jielong-3 milik China. Fenomena ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama antara lembaga riset dan instansi meteorologi dalam memberikan informasi yang akurat dan transparan kepada masyarakat.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *