Program Magang Nasional: Tercapai Target 100 Ribu Peserta pada Tahun 2025
Pemerintah Indonesia telah menjalankan program Magang Nasional sejak Oktober 2025. Dalam berbagai inisiatif yang diluncurkan, Presiden Prabowo Subianto menetapkan target untuk bisa menjaring sebanyak 100 ribu peserta Magang Nasional dalam tahun 2025. Program ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk lebih siap memasuki dunia kerja.
Dalam Buku Saku 0% yang dirilis oleh pemerintah, Program Pemagangan bagi Lulusan Perguruan Tinggi (MagangHub) merupakan salah satu inisiatif strategis yang bertujuan memberikan kesempatan kepada lulusan S1, D1, D2, D3, dan D4 untuk mendapatkan pengalaman kerja langsung di dunia industri. Program ini dirancang khusus untuk membantu lulusan perguruan tinggi dalam satu tahun terakhir agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja. Selain itu, program ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi hardskill dan softskill melalui bimbingan mentor berpengalaman.
Jumlah Peserta Melebihi Target
Berdasarkan data yang tercantum dalam Buku Saku 0%, jumlah peserta MagangHub pada tahun 2025 mencapai 102.696 orang. Angka ini tentunya melebihi target 100 ribu peserta yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo. Hal ini sejalan dengan data yang disampaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI, pada Kamis (9/4/2026).
Menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, jumlah peserta yang lolos seleksi pemagangan pada 2025 mencapai 102 ribu lebih. Beberapa peserta mengundurkan diri karena sudah diterima kerja atau tidak jadi mengikuti program. Meskipun begitu, total peserta yang lolos tetap melebihi kuota yang ditentukan.
Data Kemnaker menunjukkan bahwa jumlah peserta magang dibagi dalam beberapa batch. Batch I memiliki 14.952 peserta, kemudian Batch IB sebanyak 1.160 peserta. Batch II melonjak menjadi 62.128 peserta, dan Batch III mencapai 24.456 peserta. Dengan demikian, jumlah peserta MagangHub pada tahun lalu benar-benar mencapai angka 102.696 orang.

Manfaat yang Diperoleh Peserta Magang
Selama mengikuti program magang, peserta MagangHub mendapatkan berbagai fasilitas dan manfaat. Salah satunya adalah uang saku bulanan setara upah minimum selama enam bulan. Selain itu, peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan, yang pembayarannya ditanggung pemerintah.
Selain itu, peserta juga diberikan sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas pengalaman kerja mereka. Lebih lanjut, program ini juga memberikan kesempatan karier untuk direkrut menjadi karyawan. Menurut Yassierli, uang saku tersebut setara dengan upah minimum kota/kabupaten di lokasi magang. Namun, untuk wilayah Jakarta, uang saku sesuai dengan upah minimum provinsi.

Dukungan dari Berbagai Pihak
Program MagangHub dilaksanakan dengan dukungan dari berbagai institusi mitra penyelenggara pemagangan. Totalnya mencapai 8.054 institusi yang terlibat. Di dalamnya, terdapat 30.301 mentor pemagangan dan 19.601 posisi jabatan yang tersedia.
Mitra penyelenggara program ini terdiri dari instansi pemerintah (Kementerian/Lembaga), perusahaan BUMN, serta perusahaan swasta dari berbagai sektor usaha dan industri. Mulai dari sektor perbankan, layanan kesehatan, pariwisata dan perhotelan, restoran, telekomunikasi, penyiaran, manufaktur, hingga sektor jasa asuransi, semuanya turut berpartisipasi dalam program ini.






