Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Fokus pada Kelompok Rentan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemeruntah terus diperluas ke berbagai daerah di Indonesia. Namun, di tengah masifnya pelaksanaan program tersebut, masih muncul kesalahpahaman mengenai siapa sebenarnya sasaran utama penerima manfaat MBG.
Sejumlah yayasan dan mitra pelaksana masih menganggap MBG hanya program makan untuk siswa sekolah. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa prioritas utama MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Ia mengingatkan seluruh SPPG, yayasan, mitra pelaksana, dan satgas daerah agar mengutamakan kelompok rentan sesuai tujuan awal program.
Kelompok Rentan Jadi Prioritas Utama
Sony menjelaskan bahwa dalam berbagai forum konsolidasi yang digelar di sejumlah daerah, dirinya selalu menekankan pentingnya memahami sasaran prioritas program MBG. Menurutnya, program ini sejak awal dirancang untuk memperkuat pemenuhan gizi kelompok rentan, terutama pada fase 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan manusia di masa depan.
“Pada setiap kesempatan konsolidasi program MBG di berbagai daerah, saya selalu menekankan bahwa tujuan utama program ini adalah memberikan asupan gizi kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita yang berada pada periode emas atau 1.000 hari pertama kehidupan. Setelah itu barulah peserta didik,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (31/5/2026).
Ia menyebut kegiatan konsolidasi tersebut melibatkan berbagai unsur pelaksana, mulai dari Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan dan mitra pelaksana, hingga Kepala Satuan Tugas MBG tingkat kabupaten dan kota. Tujuannya adalah menyamakan persepsi sekaligus memastikan seluruh pihak bergerak dengan pemahaman yang sama.
Masih Ada Salah Persepsi di Lapangan
Di sisi lain, Sony mengakui masih ditemukan sejumlah yayasan maupun mitra yang belum memahami secara utuh sasaran utama program MBG. Menurutnya, tidak sedikit pelaksana yang beranggapan bahwa MBG hanya diperuntukkan bagi peserta didik di sekolah. Akibat pemahaman tersebut, sebagian pihak lebih dulu menjalin kerja sama dengan sekolah tanpa memperhatikan kelompok prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.
Sony menduga kesalahpahaman itu muncul karena pengaruh istilah school meal yang sering digunakan dalam berbagai diskusi mengenai program pemenuhan gizi. Istilah tersebut kemudian ditafsirkan secara sempit sebagai program makan khusus siswa sekolah. Padahal, kata dia, konsep MBG yang dijalankan pemerintah Indonesia memiliki cakupan yang lebih luas dan berorientasi pada upaya perbaikan kualitas sumber daya manusia sejak masa awal kehidupan.
Investasi Besar untuk Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Sony menegaskan bahwa fokus terhadap ibu hamil, ibu menyusui, dan balita bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun generasi masa depan yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan gizi pada masa awal kehidupan akan memberikan dampak besar terhadap kualitas pendidikan, produktivitas, serta daya saing bangsa di masa mendatang.
“Mengutamakan pemberian MBG kepada kelompok rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, merupakan esensi Program MBG sebagai investasi strategis bangsa Indonesia. Hal ini harus betul-betul dijiwai oleh seluruh pelaksana program MBG di lapangan. Jangan coba-coba menyimpang dari tujuan utama,” jelasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi peringatan bagi seluruh unsur pelaksana agar tidak mengabaikan sasaran prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.
BGN Minta Semua Pihak Kawal Tujuan Program
Sony juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG untuk saling mengingatkan dan mengawasi agar program berjalan sesuai koridor yang telah dirancang. Ia menekankan bahwa MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang memiliki tujuan besar dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita harus menjaga betul tujuan Program MBG ini, karena ini adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto. Program yang bertujuan mulia untuk mewujudkan generasi Indonesia yang benar-benar siap mengisi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Dengan penegasan tersebut, BGN berharap tidak ada lagi kesalahpahaman mengenai sasaran utama program MBG. Pemerintah ingin memastikan bahwa kelompok paling rentan terhadap masalah gizi mendapatkan perhatian pertama, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan bagi masa depan bangsa.






