Konflik Ruben Onsu dan Sarwendah Kembali Memanas
Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memicu perhatian publik, kali ini terkait kesulitan dalam bertemu anak serta isu nafkah. Masalah ini semakin memperuncing hubungan mereka yang sebelumnya telah diwarnai berbagai perselisihan.
Sarwendah mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembagian nafkah untuk kebutuhan anak-anak. Ia menyebut bahwa selama enam bulan terakhir, biaya perawatan anak tidak diberikan oleh pihak Ruben. Meski tidak menyebutkan nominal pasti, ia menegaskan bahwa dirinya sendiri yang menanggung semua kebutuhan anak selama periode tersebut.
Ruben Onsu memberikan respons terhadap pernyataan mantan istrinya. Ia tidak secara langsung mengakui atau membantah klaim tersebut. Dalam wawancara melalui video call, ia mengecam cara Sarwendah mempermasalahkan nafkah hanya berdasarkan enam bulan terakhir.
“Jika dibahas tentang nafkah ini, kalau baru cari nafkah selama enam bulan… Bagaimana dengan waktu sebelumnya? Keringat dan usaha saya selama ini kemana?” ujar Ruben Onsu.
Ia juga menyayangkan pandangan Sarwendah yang dinilainya terlalu sempit. Menurutnya, masalah nafkah tidak bisa hanya diukur dari enam bulan terakhir saja. Ia menilai bahwa keluhan Sarwendah seperti tidak mampu membesarkan anak sendirian.
Tantangan dari Ruben Onsu
Ruben Onsu mengeluarkan pernyataan tegas yang berisi tantangan pada Sarwendah. Ia mengusulkan agar hak pengasuhan dan tanggung jawab membesarkan anak diserahkan padanya jika Sarwendah merasa tidak sanggup.
“Ya sudah, kalau tidak sanggup, serahkan anak-anak ke saya, saya yang membesarkan!” tegas Ruben Onsu.
Presenter kondang ini mengakui bahwa selama dua tahun terakhir, ia lebih memilih diam dan tidak merespons pernyataan dari pihak Sarwendah. Ia hanya mempercayakan penyelesaian masalah kepada penasehat hukumnya, Minola Sebayang.
Namun, kali ini Ruben merasa perlu bicara langsung untuk meluruskan informasi yang disampaikan Sarwendah. Ia merasa bahwa pernyataan mantan istrinya menyudutkan dirinya.
“Selama dua tahun terakhir, saya lebih banyak diam. Saya pikir ini akan usai, tapi ternyata justru menjadi bola liar bagi berbagai pihak,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penasehat hukumnya akan menyampaikan data secara jelas agar semua pihak memahami situasi yang sebenarnya.
Perspektif Hukum dan Hubungan Keluarga
Masalah nafkah dan hak asuh anak sering kali menjadi sumber konflik dalam hubungan perceraian. Dalam kasus ini, kedua belah pihak tampaknya memiliki pendapat yang berbeda mengenai tanggung jawab dan peran masing-masing.
Dari sudut pandang hukum, setiap orang tua memiliki kewajiban untuk mendukung kebutuhan anak, baik secara finansial maupun emosional. Namun, dalam praktiknya, hal ini sering kali menjadi sumber ketegangan, terutama jika ada perbedaan pendapat atau kesalahpahaman.
Bagi masyarakat luas, kasus ini menjadi contoh bagaimana konflik antar pasangan dapat memengaruhi kehidupan anak-anak. Penting bagi para orang tua untuk menjaga komunikasi yang baik dan mencari solusi yang terbaik bagi kepentingan anak.
Kasus Ruben Onsu dan Sarwendah ini juga menunjukkan betapa pentingnya mediasi dan bantuan hukum dalam menyelesaikan masalah keluarga. Dengan adanya penasehat hukum yang terlibat, harapan besar dapat diarahkan pada penyelesaian yang adil dan bijaksana.





