MALANG – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PLN mengoperasikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Fast Ultra Charging berkapasitas 120 kilowatt (kW) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Kehadiran SPKLU tersebut menjadi wujud kolaborasi antara PLN dan institusi pendidikan dalam memperluas akses infrastruktur kendaraan listrik sekaligus mendorong penggunaan energi bersih di Jawa Timur.
Wakil Rektor II Bidang Kepegawaian, Keuangan, dan Umum Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., mengatakan UMM berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan, tidak hanya melalui sektor pendidikan, tetapi juga dengan mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
“Tujuan utama UMM bukan bisnis murni. Selain menjalankan fungsi pendidikan, kami juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan dan ketahanan energi. Listrik merupakan energi alternatif yang mampu mendukung dekarbonisasi, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” ujarnya.
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan kerja sama dengan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem energi masa depan. Menurutnya, kampus merupakan pusat pendidikan, inovasi, sekaligus tempat lahirnya generasi yang akan menjadi motor penggerak transformasi energi.
“Kehadiran SPKLU di Universitas Muhammadiyah Malang menunjukkan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik membutuhkan peran bersama. PLN membuka seluas-luasnya peluang kemitraan agar infrastruktur kendaraan listrik semakin mudah dijangkau masyarakat,” kata Eric.
Ia menambahkan, transisi energi tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun ekosistem dan budaya baru dalam memanfaatkan energi yang lebih efisien serta rendah emisi.
“Kami berharap kehadiran SPKLU UMM semakin mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk beralih ke kendaraan listrik sekaligus menjadi bagian dari perjalanan menuju masa depan energi yang lebih berkelanjutan,” tambahnya.
Selain meresmikan SPKLU, PLN juga memperkenalkan berbagai peluang kolaborasi kepada UMM. Melalui PLN ICON+, perusahaan menawarkan layanan Integrated Business Solution (IBS) yang mencakup layanan konektivitas, aplikasi layanan energi, manajemen utilitas listrik, gas dan air, Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), hingga layanan pendukung kendaraan listrik.
PLN juga menawarkan pemanfaatan Renewable Energy Certificate (REC) sebagai solusi bagi institusi yang ingin memperoleh pengakuan atas penggunaan energi listrik yang berasal dari pembangkit energi baru terbarukan.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN UID Jawa Timur terus mendorong keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari institusi pendidikan, dunia usaha, hingga masyarakat, guna mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi hijau di Jawa Timur.
“Semangat kemerdekaan juga berarti membangun kemandirian energi untuk masa depan. PLN akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inovasi agar transisi energi memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Eric.






