JAKARTA,
Presiden Prabowo Subianto akan memperkenalkan konsep ekonomi yang dikenal sebagai Prabowonomics dalam forum ekonomi dunia (World Economic Forum/WEF). Acara ini akan berlangsung di Davos, Swiss, pada hari Kamis (22/1/2026). Sebelumnya, Presiden juga melakukan kunjungan kerja ke Inggris.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa Presiden akan menyampaikan hasil nyata yang telah dicapai oleh pemerintah Indonesia dalam satu tahun terakhir. Salah satu poin utama yang akan disampaikan adalah konsep Prabowonomics.
“Intinya, beliau akan berbicara mengenai konsep-konsep ekonomi yang sudah dipikirkan dan diterapkan,” ujar Teddy, seperti dilaporkan oleh jurnalis KompasTV, Alfania Risky Octavia, pada Rabu (21/1).
Prabowonomics merupakan gagasan ekonomi yang telah disiapkan sejak awal masa jabatan Presiden. Konsep ini diharapkan mampu menarik minat investasi global serta memperkuat posisi ekonomi Indonesia di kancah internasional.
“Beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah dicapai pemerintah dalam satu tahun ini, dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics,” tambah Teddy.
Ia juga menambahkan, “Jadi Anda lihat saja besok.”
Dalam acara WEF, Presiden akan berbicara di hadapan 55 kepala negara dan sekitar 1.000 CEO perusahaan global.
Latar Belakang Prabowonomics
Konsep Prabowonomics dirancang untuk memberikan arah baru dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Beberapa aspek utama yang menjadi fokus dalam konsep ini antara lain:
Penguatan sektor pertanian
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui inovasi teknologi dan pendidikan petani.Pengembangan industri manufaktur
Fokus pada pengembangan industri berbasis teknologi tinggi dan keterlibatan sektor swasta dalam mempercepat transformasi ekonomi.Peningkatan infrastruktur
Investasi besar-besaran dalam pembangunan jalan, pelabuhan, dan bandara untuk mendukung perdagangan dan akses pasar.Kesejahteraan sosial
Peningkatan program bantuan sosial dan perlindungan bagi kelompok masyarakat rentan.
Tujuan Presentasi di WEF
Presentasi Prabowonomics di WEF bertujuan untuk:
Meningkatkan daya tarik investasi
Dengan menunjukkan progres ekonomi yang signifikan, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak investor asing.Memperkuat citra Indonesia
Membuktikan bahwa Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi global dengan strategi yang jelas dan terarah.Menjalin kerja sama internasional
Memperluas jaringan diplomasi ekonomi dengan negara-negara lain.
Tantangan dan Peluang
Meski memiliki potensi besar, implementasi Prabowonomics tidak lepas dari tantangan. Di antaranya adalah:
Kebijakan yang harus seimbang
Menjaga keseimbangan antara kebijakan ekonomi yang pro-investasi dan perlindungan terhadap rakyat.Adaptasi terhadap perubahan global
Menghadapi fluktuasi harga komoditas dan ketidakstabilan ekonomi global.
Namun, tantangan tersebut juga membuka peluang untuk memperkuat sistem ekonomi nasional dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.






