Daerah  

Keluarga Buddhayana Indonesia Sukses Gerakan Tanam 1000 Pohon Bakau

BANGKA – Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sukses melaksanakan Gerakan Penanaman 1.000 Pohon Bakau di Area Pantai Takari Kabupaten Bangka dan Penanaman Pohon di Sikkhapana Budhayana Belitung, Air Merbau, Yaning Pandan, Kabupaten Belitung pada Minggu (01/03/2026)

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional penanaman 6.700 pohon dalam rangka memperingati 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia.

Ratusan peserta yang terdiri dari umat Buddha, tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan instansi turut ambil bagian dalam aksi penghijauan tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana, Ko Guan, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

Puji syukur kegiatan penanaman 1.000 pohon bakau hari ini dapat terlaksana dengan baik. Antusiasme peserta sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Bakau memiliki peran penting dalam mencegah abrasi, menjadi benteng alami dari gelombang laut, serta menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir,” ujar Ko Guan.

Ia menambahkan bahwa gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan menjadi langkah awal dari program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan di Bangka Belitung.

Sementara itu, Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sakiyo, S.Ag., M.M.Pd, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengamalan ajaran Buddha yang menekankan cinta kasih kepada semua makhluk dan kepedulian terhadap alam. Menjaga kelestarian lingkungan adalah bagian dari praktik kebajikan. Kegiatan mencintai alam dan lingkungan sejalan dengan Program kementerian agama yang dikenal dengan konsep Ekoteologi. Kami sangat mengapresiasi inisiatif KBI Bangka Belitung yang telah menghadirkan aksi nyata, bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar berdampak bagi lingkungan,” ungkap Sakiyo.

Menurutnya, kolaborasi antara organisasi keagamaan dan masyarakat dalam kegiatan sosial-lingkungan seperti ini menjadi contoh positif dalam membangun harmoni antara umat beragama dan alam sekitar.

Selain penanaman bakau di pesisir Bangka, kegiatan di Belitung juga difokuskan pada penanaman pohon di lingkungan vihara guna menciptakan kawasan yang lebih hijau dan asri.

Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, Gerakan Penanaman 1.000 Pohon Bakau ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem pesisir serta generasi mendatang.