Relawan Jadi Parpol, Usung Anies di Pilpres 2029

Deklarasi Partai Gerakan Rakyat dan Ambisi Anies Baswedan di Pilpres 2029

Relawan Anies Baswedan secara resmi mendeklarasikan Gerakan Rakyat menjadi partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I 2026 Gerakan Rakyat yang berlangsung di Jakarta. Deklarasi ini menandai langkah penting bagi kelompok relawan yang sebelumnya aktif dalam mendukung Anies Baswedan selama Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Setelah deklarasi, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid menyatakan bahwa partainya akan mengusung mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut sebagai calon presiden pada Pilpres 2029, asalkan partai tersebut terdaftar sebagai peserta pemilu.

“Terbentuknya relawan (Gerakan Rakyat) karena waktu itu pada konteks Anies Baswedan sebagai presiden. Jadi memang dari lahirnya Gerakan Rakyat ini sudah Anies,” ujar Sahrin dalam program Satu Meja The Forum yang ditayangkan Kompas TV, Rabu (21/1/2026).

Sahrin menegaskan bahwa jika Partai Gerakan Rakyat berhasil menjadi peserta pemilu, maka Anies Baswedan akan menjadi kandidat utama. “Otomatis kalau menjadi partai peserta pemilu sudah pasti mencalonkan Anies, itu tidak bisa ditawar-tawar lagi.”

Proses Pembentukan Struktur Partai

Sahrin menjelaskan bahwa saat ini Partai Gerakan Rakyat sedang berupaya memenuhi struktur pemerintahan yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Syarat tersebut meliputi kehadiran 100 persen provinsi, 75 persen kota/kabupaten, dan 50 persen kecamatan.

Dia optimistis bahwa syarat tersebut dapat tercapai, mengingat Gerakan Rakyat telah teruji dalam Pilpres 2024. “Kenapa? Karena Gerakan Rakyat ini kan memang sudah terkonsolidasi pada saat pilpres (2024).”

Menurut Sahrin, awalnya Gerakan Rakyat adalah kelompok-kelompok relawan yang berdiri secara mandiri dan organik. Pada tahun 2023, mereka bersatu dan sepakat untuk membangun Gerakan Rakyat.

“Dan kemudian Gerakan Rakyat ini, ini membangun struktur, waktu itu kita sebut dengan presidium. Kita di Jakarta, di pusat presidium nasional, kemudian di provinsi ada presidium provinsi, presidium kota/kabupaten, presidium kecamatan, bahkan kita sampai dengan presidium di tingkat desa pada pilpres kemarin.”

Latar Belakang Anies Baswedan

Anies Baswedan sebelumnya maju dalam Pilpres 2024 sebagai calon presiden, berpasangan dengan Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden. Pasangan tersebut didukung oleh Partai NasDem, PKB, dan PKS. Namun, Anies-Muhaimin kalah dari pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akhirnya menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI.

Meski kalah dalam Pilpres 2024, keberadaan Gerakan Rakyat menunjukkan bahwa dukungan terhadap Anies Baswedan masih kuat. Partai baru ini berupaya memperkuat basis dukungan di berbagai tingkatan wilayah agar bisa bersaing dalam Pilpres 2029.

Tantangan dan Harapan

Dengan struktur yang telah dibangun, Partai Gerakan Rakyat memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu partai politik yang signifikan di Indonesia. Namun, tantangan tetap ada, termasuk menghadapi partai-partai yang sudah mapan dan memiliki sumber daya lebih besar.

Namun, dengan pengalaman dari Pilpres 2024, Gerakan Rakyat percaya diri untuk terus berkembang dan memperluas jaringannya. Dengan dukungan dari para relawan yang telah teruji, Partai Gerakan Rakyat siap menjadi bagian dari perjalanan politik Indonesia di masa depan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *